<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>almuth.web.id</title>
	<atom:link href="http://www.almuth.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.almuth.web.id</link>
	<description>sekedar tempat berbagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jun 2010 08:52:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Upgrade Ubuntu 9.10 ke 10.04</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2010/05/04/upgrade-ubuntu-9-10-ke-10-04.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2010/05/04/upgrade-ubuntu-9-10-ke-10-04.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 03:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/2010/06/13/upgrade-ubuntu-9-10-ke-10-04.html</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 29 April kemarin ubuntu resmi merilis versi terbaru yaitu ubuntu 10.04 dengan nama kode Lucyd Link. Saya sendiri sudah tidak sabar menunggu rilis final ubuntu 10.04 karena dari beberapa tulisan yang saya baca versi ini mengusung banyak perubahan mulai dari logo, tema, waktu booting dan banyak lagi. Ada juga yang mengundang kontroversi seperti perpindahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2010/05/upgrade-10.04.jpg" alt="" title="upgrade-10.04" width="405" height="348" class="alignleft size-full wp-image-92" /></p>
<p>Tanggal 29 April kemarin ubuntu resmi merilis versi terbaru yaitu ubuntu 10.04 dengan nama kode Lucyd Link. Saya sendiri sudah tidak sabar menunggu rilis final ubuntu 10.04 karena dari beberapa tulisan yang saya baca versi ini mengusung banyak perubahan mulai dari logo, tema, waktu booting dan banyak lagi. Ada juga yang mengundang kontroversi seperti perpindahan tombol jendela ke sebelah kiri, default mesin pencari yang berganti ke Yahoo walaupun akhirnya balik lagi ke Google.</p>
<p>Tanggal 30 April akhirnya saya putuskan untuk mengupgrade ubuntu pada laptop saya ke 10.04, upgrade dilakukan pada malam hari saat koneksi internet di kantor sedang istirahat sehingga tidak mengganggu kegiatan lain dan karena besoknya juga libur jadi bisa sambil begadang nungguin <img src='http://www.almuth.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Setelah menunggu berjam-jam akhirnya proses upgrade, mulai dari mengunduh paket, memasang paket dan lain-lain selesai sekitar jam 6 pagi, padahal saya mulai upgrade sekitar pukul 9 malem (lama juga ya). Langsung dicoba-coba dan hasilnya luar biasa, upgrade berjalan lancar dan sekarang saya sudah menikmati si lucyd dan puas dengan performanya.</p>
<p>Beberapa perubahan yang saya rasakan dengan upgrade ini adalah:<br />- Proses booting lebih cepat<br />- Penerimaan sinyal wifi lebih kuat, dibandingkan dengan sebelum upgrade, sinyal wifi terdeteksi lebih kuat, ketika masih memakai ubuntu 9.10, sinyal wifi dikisaran 50-60% setelah upgrade sinyal wifi di sekitar 70-80%.<br />- Sound juga terasa lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya.<br />- Dan tentunya tema baru yang ciamik (setidaknya ini menurutku), walaupun sempet bingung juga karena tombol window-nya berada disebelah kiri tetapi lama kelamaan terbiasa juga dengan keadaan ini.</p>
<p>Itu adalah sedikit perubahan yang saya rasakan setelah mengupgrade ubuntu 9.10 ke 10.04. Anda punya pengalaman yang berbeda?</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2010/05/04/upgrade-ubuntu-9-10-ke-10-04.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpindah ke Ubuntu? Kenapa Tidak</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2010/01/23/berpindah-ke-ubuntu-kenapa-tidak.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2010/01/23/berpindah-ke-ubuntu-kenapa-tidak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 08:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/2010/01/23/berpindah-ke-ubuntu-kenapa-tidak.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama menggunakan Windows (bukan bajakan), akhirnya diputuskan untuk berpindah ke Ubuntu. Perkenalan pertama dengan Ubuntu dimulai sejak versi 7.04 aka Feisty Fawn setelah request Free CD-nya dikabulkan olek Canonical dan nyampe ke kos dengan selamat. Berkenalan lebih lanjut dengan menginstallnya didampingkan dengan si Windows. Cukup menarik, namun karena saat itu belum ada koneksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama menggunakan Windows (<s>bukan bajakan</s>), akhirnya diputuskan untuk berpindah ke <a href="http://www.ubuntu.com" target="_blank">Ubuntu</a>. Perkenalan pertama dengan Ubuntu dimulai sejak versi 7.04 aka Feisty Fawn setelah request Free CD-nya dikabulkan olek Canonical dan nyampe ke kos dengan selamat. Berkenalan lebih lanjut dengan menginstallnya didampingkan dengan si Windows. Cukup menarik, namun karena saat itu belum ada koneksi internet jadi agak susah untuk menginstall program-program tambahan dan karena saat itu masih sering menggunakan Photoshop untuk mendesain website dan Dreamweaver untuk koding <a href="http://www.almuth.web.id/kategori/php-dan-mysql">PHP</a>, <a href="http://www.almuth.web.id/kategori/html-dan-css">HTML dan CSS</a> akhirnya perkenalan itupun tidak dilanjutkan dan kembali lagi ke Windows.</p>
<p>Setelah sekian lama tidak meninggalkan Ubuntu, lama-lama kangen juga dan ingin mencobanya kembali. Percobaan menjalin hubungan lagi dengan Ubuntu dimulai pada versi 9.04 aka Jaunty Jackalope. Installasi berjalan mulus, masalah muncul ketika saya ingin mengaktifkan driver untuk NVidia FX5500. Saya tidak pernah sukses untuk menginstallnya, walaupun sudah berbagai macam cara dilakukan, mulai dari lewat menu Hardware Driver, ENVY, donwload langsung dari nvidia, tetap saja gagal. Hubungan ini hanya berjalan beberapa minggu dan akhirnya kembali lagi ke jendela.<span id="more-83"></span></p>
<p>Menjelang lebaran 1430 Hijriyah, saya berkesempatan untuk membeli sebuah notebook, pilihan jatuh kepada Acer 4732 non OS. Sampai di rumah langsung deh di install Jaunty Jackalope diduakan dengan si jendela yang diinstall sama si penjual. Setelah kemunculan si Karmic laptopun saya install ulang walopun masih diduakan juga dengan di jendela (terasa berat untuk meninggalkannya). Menjelang tahun baru Hijriah dapat hadiah luar biasa, laptop tiba-tiba tak mau bangun padahal malamnya masih normal. Akhirnya harus opname beberapa minggu di Acer Customer Support Center. Selepas keluar dari opname, laptop saya install ulang dan sekarang hanya ada satu OS yaitu Ubuntu 9.10 a.ka. Karmic Koala.</p>
<p>Dari beberapa kali installasi, sumua berjalan lancar dan hampir tanpa masalah, hanya network manager bawaan ubuntu yang bermasalah dengan wireless network yang crash setela beberapa menit tersambung. Masalah ini bisa diatasi dengan menginstall wicd network manager dan sampai sekarang wireless networknya tidak crash lagi.</p>
<p>Kenapa berpindah ke linux khususnya ubuntu, berikut adalah beberapa alasan saya berpindah ke ubuntu.<br />- Free alias Gratis, jadi Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli lisensi,<br />- Aplikasi yang dibutuhkan sudah bisa terpenuhi, untuk kebutuhan ketik mengetik ada <a href="http://www.openoffice.org/" target="_blank">OpenOffice</a> yang kemampuannya sudah setara Micro$oft Office bahkan mungkin lebih karena OpenOffice sudah mendukung open document format (ODF),<br />- Untuk berselancar di internet ada <a href="http://www.mozilla.com/id/" target="_blank">Mozzila Firefox</a>, kita bisa juga menginstall <a href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">Google Chrome</a> atau <a href="http://www.opera.com/" target="_blank">Opera</a>, untuk ber-IM ria, sudah ada <a href="http://live.gnome.org/Empathy" target="_blank">Empathy</a> yang merupakan bawaan ubuntu sejak versi 9.10, jika tidak suka bisa menginstall <a href="http://www.pidgin.im/" target="_blank">Pidgin</a> sebagai program perpesanan instan,<br />- Untuk urusan mengolah gambar, ada <a href="http://www.gimp.org/" target="_blank">Gimp</a> yang mampu mengolah gambar layaknya photoshop, atau jika Anda terbiasa dengan CorelDraw bisa menggunakan <a href="http://www.inkscape.org/" target="_blank">Inkscape</a>.<br />- Untuk PHP editor (karena saya suka mrogram pake php), bisa menggunakan <a href="http://www.activestate.com/komodo_edit/" target="_blank">KomodoEdit</a>, yang kemampuannya sudah bisa disamakan dengan Dreamweaver atau bisa menggunakan <a href="http://www.geany.org/" target="_blank">Geany</a> yang lebih ringan jika dibandingkan dengan KomodoEdit.</p>
<p>Kendala yang saya hadapi paling ketika saya ingin mendesain web, karena kebiasaan pakai photoshop, sekarang masih agak kebingunan ketika menggunakan Gimp, masalahnya hanya saya belum terbiasa menggunakan tool-tool yang ada di Gimp, tapi saya yakin dengan usaha yang sunguh-sungguh saya bisa menggunakannya seperti ketika pertama kali mengenal Photoshop sayapun gak bisa apa dan gak ngerti fungsi tool-tool yang ada di Photoshop.</p>
<p>Oh ya, salah satu yang saya suka dari jendela adalah tampilannya yang menarik dan diubuntupun kita bisa membuat tampilan desktop kita mirip dengan windows terbaru yaitu windows 7. Dengan menginstall tema yang bisa Anda unduh <a href="http://gnome-look.org/content/show.php/Win2-7+Pack?content=113264" target="_blank">di sini</a>, maka tampilan ubuntu Anda akan seperti punya saya ini.</p>
<p><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Gambar-Layar-ubuntu-w7.png" alt="" /></p>
<p>So, jika kebutuhan Anda hanya ketik mengetik, kenapa tidak berpindah ke Ubuntu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2010/01/23/berpindah-ke-ubuntu-kenapa-tidak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah permision folder atau file secara rekursif pada ubuntu</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2010/01/14/mengubah-permision-folder-atau-file-secara-rekursif-pada-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2010/01/14/mengubah-permision-folder-atau-file-secara-rekursif-pada-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 12:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/2010/01/14/mengubah-permision-folder-atau-file-secara-rekursif-pada-ubuntu.html</guid>
		<description><![CDATA[Mengubah permision folder menjadi 755 pada direktori /path/to/ find /path/to/ -type d -exec chmod 755 &#123;&#125; \; Mengubah permision file menjadi 644 pada direktori /path/to/ find /path/to/ -type f -exec chmod 644 &#123;&#125; \;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengubah permision folder menjadi 755 pada direktori /path/to/</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">find</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>path<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>to<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span> <span style="color: #660033;">-type</span> d <span style="color: #660033;">-exec</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">chmod</span> <span style="color: #000000;">755</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#123;</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#125;</span> \;</pre></div></div>

<p>Mengubah permision file menjadi 644 pada direktori /path/to/</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">find</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>path<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>to<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span> <span style="color: #660033;">-type</span> f <span style="color: #660033;">-exec</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">chmod</span> <span style="color: #000000;">644</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#123;</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#125;</span> \;</pre></div></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2010/01/14/mengubah-permision-folder-atau-file-secara-rekursif-pada-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengirim email menggunakan php mail dari localhost</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2009/02/14/mengirim-email-menggunakan-php-mail-dari-localhost.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2009/02/14/mengirim-email-menggunakan-php-mail-dari-localhost.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 14:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP dan MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[php mail localhost]]></category>
		<category><![CDATA[php mail windows]]></category>
		<category><![CDATA[sendmail windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Mau aplikasi PHP kamu bisa mengirim email walaupun kamu menjalankannya di localhost dengan OS Windows? Mau tau caranya? silahkan teruskan membacanya . Untuk mengirim email menggunakan fungsi mail dari localhost yang perlu dilakukan adalah mengubah konfigurasi PHP (file php.ini) pada bagian [mail function] seperti berikut. &#91;mail function&#93; ; For Win32 only. ;SMTP = localhost ;smtp_port [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau aplikasi PHP kamu bisa mengirim email walaupun kamu menjalankannya di localhost dengan OS Windows? Mau tau caranya? silahkan teruskan membacanya <img src='http://www.almuth.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Untuk mengirim email menggunakan fungsi <a href="http://id2.php.net/manual/en/function.mail.php" target="_blank">mail</a> dari localhost yang perlu dilakukan adalah mengubah konfigurasi PHP (file php.ini) pada bagian [mail function] seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="ini" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000066; font-weight:bold;"><span style="">&#91;</span>mail function<span style="">&#93;</span></span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;SMTP = localhost</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;smtp_port = 25</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;sendmail_from = webmaster@localhost</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Unix only.  You may supply arguments as well (default: &quot;sendmail -t -i&quot;).</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;sendmail_path = </span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; Force the addition of the specified parameters to be passed as extra parameters</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; to the sendmail binary. These parameters will always replace the value of</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; the 5th parameter to mail(), even in safe mode.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;mail.force_extra_parameters =</span></pre></div></div>

<p><span id="more-71"></span></p>
<p>Syarat untuk melakukan perubahan ini adalah kamu harus punya smtp server. Bagaimana jika tidak punya? Jika kamu punya website, kamu bisa menggunakan smtp server website kamu, misalnya mail.domain-anda.tld. Pada bagian SMTP ganti nilai localhost dengan mail server kamu, misalnya mail.domain-anda.tld, sedangkan pada bagian smtp_port ganti dengan port smtp server kamu, standarnya 25. Jangan lupa uncomment kedua baris tersebut dengan menghapus tanda titik koma (;) sehingga setingannya akan seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="ini" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000066; font-weight:bold;"><span style="">&#91;</span>mail function<span style="">&#93;</span></span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #000099;">SMTP</span> <span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;"> mail.domain-anda.tld</span>
<span style="color: #000099;">smtp_port</span> <span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;"> 25</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;sendmail_from = webmaster@localhost</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Unix only.  You may supply arguments as well (default: &quot;sendmail -t -i&quot;).</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;sendmail_path = </span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; Force the addition of the specified parameters to be passed as extra parameters</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; to the sendmail binary. These parameters will always replace the value of</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; the 5th parameter to mail(), even in safe mode.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;mail.force_extra_parameters =</span></pre></div></div>

<p>Simpan dan restart apache kamu dan selamat mencoba. Saya sendiri sudah mencobanya dan berhasil.</p>
<p>Cara yang lain yang bisa digunakan untuk mengirim email menggunakan php mail dari windows adalah dengan menggunakan fake sendmail yang dibuat oleh Byron Jones. Fake sendmail mirip dengan sendmail pada linux. Pertama unduh fake sendmail untuk windows <a href="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2009/02/sendmail.zip">di sini</a> atau <a href="http://digiex.net/attachments/guides-tutorials/632d1224257427-configuring-php-under-windows-use-gmail-external-smtp-server-ssl-sendmail.zip">di sini</a>, kemudian ekstrak. Lalu buka file sendmail.ini dengan text editor, kemudian cari baris smtp_server, smtp_port. Ganti nilai smtp_server, smtp_port dengan smtp server dan smtp port website kamu. Contohnya seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="ini" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000066; font-weight:bold;"><span style="">&#91;</span>sendmail<span style="">&#93;</span></span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; you must change mail.mydomain.com to your smtp server,</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; or to IIS's &quot;pickup&quot; directory.  (generally C:\Inetpub\mailroot\Pickup)</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; emails delivered via IIS's pickup directory cause sendmail to</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; run quicker, but you won't get error messages back to the calling</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; application.</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">smtp_server</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">mail.domain-anda.tld</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; smtp port (normally 25)</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">smtp_port</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">25</span></pre></div></div>

<p>Kemudian ubah konfigurasi PHP (php.ini) pada bagian [mail function] pada baris sendmail_path. Isi nilai sendmail_path dengan &#8220;path\to\sendmail.ext -t&#8221;. Misalkan kamu menyimpan file sendmail.exe pada folder C:\sendmail\sendmail.exe maka isikan &#8220;C:\sendmail\sendmail.exe -t&#8221; pada sendmail_path. Contohnya sebagai berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="ini" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000066; font-weight:bold;"><span style="">&#91;</span>mail function<span style="">&#93;</span></span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;SMTP = localhost</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;smtp_port = 25</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Win32 only.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;sendmail_from = webmaster@localhost</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; For Unix only.  You may supply arguments as well (default: &quot;sendmail -t -i&quot;).</span>
<span style="color: #000099;">sendmail_path</span> <span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span> <span style="color: #933;">&quot;C:\sendmail\sendmail.exe -t&quot;</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; Force the addition of the specified parameters to be passed as extra parameters</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; to the sendmail binary. These parameters will always replace the value of</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; the 5th parameter to mail(), even in safe mode.</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;mail.force_extra_parameters =</span></pre></div></div>

<p>Kemudian restart apache dan siap untuk dicoba.</p>
<p>Dengan menggunakan fake sendmail kamu bisa menggunakan smtp server nya google asalkan kamu punya account google mail (gmail). Caranya ubah nilai smpt_server menjadi smtp.gmail.com, smtp_port menjadi 587 dan juga pada baris auth_username dan auth_password isi dengan email dan password gmail kamu. Contoh konfigurasinya seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="ini" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000066; font-weight:bold;"><span style="">&#91;</span>sendmail<span style="">&#93;</span></span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; you must change mail.mydomain.com to your smtp server,</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; or to IIS's &quot;pickup&quot; directory.  (generally C:\Inetpub\mailroot\Pickup)</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; emails delivered via IIS's pickup directory cause sendmail to</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; run quicker, but you won't get error messages back to the calling</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; application.</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">smtp_server</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">smtp.gmail.com</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; smtp port (normally 25)</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">smtp_port</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">587</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; the default domain for this server will be read from the registry</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; this will be appended to email addresses when one isn't provided</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; if you want to override the value in the registry, uncomment and modify</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;default_domain=mydomain.com</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; log smtp errors to error.log (defaults to same directory as sendmail.exe)</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; uncomment to enable logging</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">error_logfile</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">error.log</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; create debug log as debug.log (defaults to same directory as sendmail.exe)</span>
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; uncomment to enable debugging</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">;debug_logfile=debug.log</span>
&nbsp;
<span style="color: #666666; font-style: italic;">; if your smtp server requires authentication, modify the following two lines</span>
&nbsp;
<span style="color: #000099;">auth_username</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">youremail@gmail.com</span>
<span style="color: #000099;">auth_password</span><span style="color: #000066; font-weight:bold;">=</span><span style="color: #660066;">password</span></pre></div></div>

<p>Selamat mencoba, jika berhasil selamat ya, jika gagal mungkin ada yang salah dengan konfigurasinya atau kamu belum terhubung dengan internet, silahkan diperiksa dan dicoba lagi <img src='http://www.almuth.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2009/02/14/mengirim-email-menggunakan-php-mail-dari-localhost.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat tampilan dua kolom yang fleksibel</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/12/15/membuat-tampilan-dua-kolom-yang-fleksibel.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/12/15/membuat-tampilan-dua-kolom-yang-fleksibel.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 15:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML dan CSS]]></category>
		<category><![CDATA[css tableless]]></category>
		<category><![CDATA[tampilan dua kolom]]></category>
		<category><![CDATA[tampilan fleksibel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana membuat tampilan website dua kolom yang fleksibel? Yang saya maksud tampilan yang fleksibel adalah tampilan website yang bisa melebar dan menyempit sesuai dengan ukuran layar browser. Dengan menggunakan tabel masalah ini dengan mudah ditangani, tetapi bagaiman jika tidak menggunakan tabel? sesuai dengan tren desain saat ini yaitu tableless alias tanpa table. Hal inilah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana membuat tampilan website dua kolom yang fleksibel? Yang saya maksud tampilan yang fleksibel adalah tampilan website yang bisa melebar dan menyempit sesuai dengan ukuran layar browser. Dengan menggunakan tabel masalah ini dengan mudah ditangani, tetapi bagaiman jika tidak menggunakan tabel? sesuai dengan tren desain saat ini yaitu tableless alias tanpa table. Hal inilah yang akan saya bahas pada tulisan ini.</p>
<p>Misalnya kita akan membuat tampilan website dengan dua kolom fleksibel yang dilengkapi dengan header dan footer dan area utama berada di sisi kanan seperti pada gambar berikut.</p>
<p><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/12/layout2kolom.png" alt="layout2kolom" title="layout2kolom" width="300" height="225" class="alignnone size-full wp-image-63" /></p>
<p>Untuk membuat dua kolom yang fleksibel kita bisa menggunakan margin negatif. Margin negatif memungkinkan area utama menjauh dari sisi browser dan memberikan tempat untuk bagian samping (sidebar).<span id="more-62"></span></p>
<h2>Kode HTML</h2>
<p>Pertama kita buat kode html untuk merepresentasikan layout seperti pada gambar di atas.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="html" style="font-family:monospace;">&lt;div id=&quot;header&quot;&gt;HEADER&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;content-wrapper&quot;&gt;
	&lt;h1&gt;Lorem Ipsum&lt;/h1&gt;
	&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc mauris nulla, sollicitudin at, lobortis ac, sollicitudin a, ipsum. Sed nec urna. Nunc varius. Aliquam sit amet enim. Donec lorem. Sed hendrerit nisl ac ligula. Etiam faucibus lectus vel ipsum. Praesent tincidunt, risus quis interdum iaculis, justo tellus posuere dui, vel interdum libero purus venenatis sem. Curabitur dictum, lacus at imperdiet ultrices, nulla dui consectetur ligula, tincidunt rutrum enim elit ac est. Aliquam erat volutpat. Nulla ornare. Donec euismod tortor vel urna. Nullam vel nisi non orci volutpat semper.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Aliquam erat volutpat. In accumsan tempus est. Etiam id elit nec ligula suscipit convallis. Aenean et risus non massa sodales scelerisque. Vestibulum a nunc nec sapien lacinia tristique. Phasellus ullamcorper pede at arcu. Nulla vel nisi vitae diam aliquet pretium. Nullam condimentum. Pellentesque molestie ullamcorper nulla. Aliquam sodales. Nullam mattis libero at libero. Praesent vehicula consectetur neque. Suspendisse id nunc at quam eleifend placerat.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Donec quis ante a ligula congue luctus. Suspendisse arcu dolor, blandit et, ornare non, tincidunt nec, eros. Morbi nec nisl nec sapien ultricies porttitor. Fusce eu pede vitae velit euismod vulputate. Curabitur vehicula, urna non laoreet ornare, odio diam feugiat sem, sit amet lobortis est elit et nunc. Maecenas ut orci vitae quam sodales facilisis. Duis augue lorem, fringilla eget, mollis vel, imperdiet nec, magna. Sed cursus sapien a augue. Maecenas lorem. Morbi porta leo. Phasellus vitae quam. Aliquam erat volutpat. Integer massa nibh, lacinia sed, vulputate sed, bibendum consectetur, nibh. Fusce cursus tempus diam.&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;sidebar&quot;&gt;
	&lt;h2&gt;Bagian Samping&lt;/h2&gt;
	&lt;ul&gt;
		&lt;li&gt;Link 1&lt;/li&gt;
		&lt;li&gt;Link 2&lt;/li&gt;
		&lt;li&gt;Link 3&lt;/li&gt;
	&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;footer&quot;&gt;FOOTER&lt;/div&gt;</pre></div></div>

<p>Silahkan lihat <a href="http://dev.almuth.web.id/tampilan-fleksibel/contoh1.html" target="_blank">contoh 1</a> untuk melihat tampilan kode html tersebut. Pada tampilan kode di atas tampak bahwa bagian ini (area utama) berada di atas bagian samping. Kita akan buat bagian isi berada di sebelah kanan sedangkan bagian samping berada di sebelah kiri. Untuk membuat bagian isi fleksibel, logikanya adalah bagian isi mempunyai lebar yang merupakan sisa dari lebar layar dikurangi lebar bagian samping. Misalkan bagian samping mempunyai lebar 200px, maka bagian ini mempunyai lebar 100% &#8211; 200px. Dengan menggunakan margin negatif kita bisa membuatnya.</p>
<h2>Kode CSS</h2>
<p>Kita akan buat kode css dengan ketentuan sebagai berikut, bagian samping berada di sisi kiri dengan lebar 200px, bagian isi berada di sisi kanan dengan lebar 100%-200px, bagian header berada di atas dan bagian footer berada di bawah. Pada bagian samping kita kasih float:left untuk membuatnya berada pada sisi kiri dan pada bagian isi kita kasih float:right untuk membuatnya berada pada sisi kanan. Pada bagian ini kita tambahkan margin negatif supaya bagian samping bisa berada di samping bagian isi dan kita berikan margin-left:-200px.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#header</span><span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#c5c5c5</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#content-wrapper</span><span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;"><span style="color: #cc66cc;">100</span>%</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">float</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">right</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin-left</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">-200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#sidebar</span><span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">float</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">left</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#cfcfcf</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#footer</span><span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#c5c5c5</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">clear</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #993333;">both</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></div></div>

<p>Hasil penambahan css tersebut dapat dilihat pada <a href="http://dev.almuth.web.id/tampilan-fleksibel/contoh2.html" target="_blank">contoh 2</a>. Tampak pada contoh 2 bahwa bagian samping sudah berada di sisi kiri, tapi ada masalah karena pada contoh 2 terlihat bahwa bagian samping menumpuk pada bagian isi. Untuk mengatasinya kita tambahkan sebuah div pada bagian isi dengan memberikan margin-left:200px pada div tambahan ini. Dan kode htmlnya seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="html" style="font-family:monospace;">&lt;div id=&quot;content-wrapper&quot;&gt;
	&lt;div id=&quot;content&quot;&gt;
		&lt;h1&gt;Lorem Ipsum&lt;/h1&gt;
		&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc mauris nulla, sollicitudin at, lobortis ac, sollicitudin a, ipsum. Sed nec urna. Nunc varius. Aliquam sit amet enim. Donec lorem. Sed hendrerit nisl ac ligula. Etiam faucibus lectus vel ipsum. Praesent tincidunt, risus quis interdum iaculis, justo tellus posuere dui, vel interdum libero purus venenatis sem. Curabitur dictum, lacus at imperdiet ultrices, nulla dui consectetur ligula, tincidunt rutrum enim elit ac est. Aliquam erat volutpat. Nulla ornare. Donec euismod tortor vel urna. Nullam vel nisi non orci volutpat semper.&lt;/p&gt;
		&lt;p&gt;Aliquam erat volutpat. In accumsan tempus est. Etiam id elit nec ligula suscipit convallis. Aenean et risus non massa sodales scelerisque. Vestibulum a nunc nec sapien lacinia tristique. Phasellus ullamcorper pede at arcu. Nulla vel nisi vitae diam aliquet pretium. Nullam condimentum. Pellentesque molestie ullamcorper nulla. Aliquam sodales. Nullam mattis libero at libero. Praesent vehicula consectetur neque. Suspendisse id nunc at quam eleifend placerat.&lt;/p&gt;
		&lt;p&gt;Donec quis ante a ligula congue luctus. Suspendisse arcu dolor, blandit et, ornare non, tincidunt nec, eros. Morbi nec nisl nec sapien ultricies porttitor. Fusce eu pede vitae velit euismod vulputate. Curabitur vehicula, urna non laoreet ornare, odio diam feugiat sem, sit amet lobortis est elit et nunc. Maecenas ut orci vitae quam sodales facilisis. Duis augue lorem, fringilla eget, mollis vel, imperdiet nec, magna. Sed cursus sapien a augue. Maecenas lorem. Morbi porta leo. Phasellus vitae quam. Aliquam erat volutpat. Integer massa nibh, lacinia sed, vulputate sed, bibendum consectetur, nibh. Fusce cursus tempus diam.&lt;/p&gt;
	&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</pre></div></div>

<p>dan kode CSS tambahannya adalah</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#content</span><span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin-left</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></div></div>

<p>Hasil penambahan ini dapat dilihat pada <a href="http://dev.almuth.web.id/tampilan-fleksibel/contoh3.html" target="_blank">contoh 3</a>. Jreng-jreng&#8230; akhirnya jadi juga deh tampilan dua kolom yang fleksibel, gak percaya? coba aja browsernya dikecilin trus digedein lagi, terlihat kan bagian isinya menyempit dan melebar menyesuaikan dengan lebar layar browser.</p>
<p>Trus bagaimana dong kalau mau bikin bagian sampingnya di sisi kanan. Gampang aja, tinggal kita ganti untuk #sidebar nilai float kita ganti menjadi float:right, untuk #content-wrapper nilai float kita ganti menjadi float:left, margin-left kita ganti menjadi margin-right dan untuk #content margin-left kita ganti menjadi margin-right. Lengkapnya seperti berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#header</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#c5c5c5</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#content-wrapper</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;"><span style="color: #cc66cc;">100</span>%</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">float</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">left</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin-right</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">-200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#content</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin-right</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#sidebar</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #933;">200px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">float</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">right</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#cfcfcf</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
<span style="color: #cc00cc;">#footer</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #cc00cc;">#c5c5c5</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">clear</span><span style="color: #00AA00;">:</span><span style="color: #993333;">both</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></div></div>

<p>Dan hasilnya dapat dilihat pada <a href="http://dev.almuth.web.id/tampilan-fleksibel/contoh4.html" target="_blank">contoh 4</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/12/15/membuat-tampilan-dua-kolom-yang-fleksibel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggabungkan Feed on Feed dengan CodeIgniter</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/09/07/menggabungkan-feed-on-feed-dengan-codeigniter.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/09/07/menggabungkan-feed-on-feed-dengan-codeigniter.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 16:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP dan MySQL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Memenuhi permintaan salah satu pemberi komentar pada tulisan ini, kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial bagaimana menggabungkan Feed on Feeds dengan CodeIgniter seperti situs ringkasan berita. Feed on Feeds merupakan script PHP yang berfungsi untuk membaca RSS dari suatu website dan menyimpannya dalam database. Sedangkan CodeIgniter merupakan framework PHP yang bisa didapatkan secara gratis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memenuhi permintaan salah satu pemberi komentar pada tulisan <a href="http://www.almuth.web.id/2008/06/07/mau-baca-berita-mending-baca-ringkasannya-dulu.html">ini</a>, kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial bagaimana menggabungkan <a href="http://feedonfeeds.com/" target="_blank">Feed on Feeds</a> dengan <a href="http://codeigniter.com/" target="_blank">CodeIgniter</a> seperti situs <a href="http://www.ringkasanberita.net" target="_blank">ringkasan berita</a>. Feed on Feeds merupakan script PHP yang berfungsi untuk membaca RSS dari suatu website dan menyimpannya dalam database. Sedangkan CodeIgniter merupakan framework PHP yang bisa didapatkan secara gratis. Sebenarnya kita bisa menggunakan framework lain untuk digabungkan dengan Feed on Feeds atau kita juga bisa membuat script sendiri. Penggabungan ini bisa digunakan untuk membuat website <a href="http://www.ringkasanberita.net" target="_blank">rss aggregator</a>. Feed on Feeds berfungsi sebagai pembaca RSS sedangkan codeigniter berfungsi untuk menampilkannya sehingga bisa dilihat oleh orang banyak.</p>
<p>Mengerti <a href="http://www.php.net/" target="_blank">PHP</a> dan <a href="http://www.mysql.com/" target="_blank">MySQL</a> adalah syarat yang diperlukan untuk menggabungkan Feed on Feeds dengan CodeIgniter atau dengan framework yang lain. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah instalasi feed on feeds. Lakukan installasi feed on feeds pada sebuah direktori (jangan pada root direktori), misalnya yourdomain/feedonfeeds. Setelah installasi selesai anda akan mendapatkan sebuah database dengan enam tabel.</p>
<p>Langkah kedua adalah membuat tabel kategori dan tabel relasi antara table kategori dan table feed. Tabel kategori berfungsi untuk mengkategorikan RSS feed yang kita masukan pada Feed on Feeds, sedangkan tabel ralasi berfungsi untuk menghubungkan antara tabel kategori dengan tabel feed. Dengan tabel relasi ini anda bisa menghubungkan satu kategori dengan beberapa rss feed. Contoh struktur tabel kategori adalah sebagai berikut.</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="sql" style="font-family:monospace;"><span style="color: #993333; font-weight: bold;">CREATE</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">TABLE</span> <span style="color: #ff0000;">`fof_kategori`</span> <span style="color: #66cc66;">&#40;</span>
<span style="color: #ff0000;">`catid`</span> INT<span style="color: #66cc66;">&#40;</span> <span style="color: #cc66cc;">11</span> <span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">AUTO_INCREMENT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">PRIMARY</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">KEY</span> <span style="color: #66cc66;">,</span>
<span style="color: #ff0000;">`parentid`</span> INT<span style="color: #66cc66;">&#40;</span> <span style="color: #cc66cc;">11</span> <span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span> <span style="color: #66cc66;">,</span>
<span style="color: #ff0000;">`catname`</span> VARCHAR<span style="color: #66cc66;">&#40;</span> <span style="color: #cc66cc;">255</span> <span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span> <span style="color: #66cc66;">,</span>
<span style="color: #ff0000;">`published`</span> ENUM<span style="color: #66cc66;">&#40;</span> <span style="color: #ff0000;">'N'</span><span style="color: #66cc66;">,</span> <span style="color: #ff0000;">'Y'</span> <span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">DEFAULT</span> <span style="color: #ff0000;">'N'</span>
<span style="color: #66cc66;">&#41;</span> ENGINE <span style="color: #66cc66;">=</span> MYISAM ;</pre></div></div>

<p>sedangkan contoh struktur tabel relasinya adalah</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="sql" style="font-family:monospace;"><span style="color: #993333; font-weight: bold;">CREATE</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">TABLE</span> <span style="color: #ff0000;">`fof_kategori2feed`</span> <span style="color: #66cc66;">&#40;</span>
  <span style="color: #ff0000;">`catid`</span> int<span style="color: #66cc66;">&#40;</span><span style="color: #cc66cc;">11</span><span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span><span style="color: #66cc66;">,</span>
  <span style="color: #ff0000;">`feed_id`</span> int<span style="color: #66cc66;">&#40;</span><span style="color: #cc66cc;">11</span><span style="color: #66cc66;">&#41;</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NOT</span> <span style="color: #993333; font-weight: bold;">NULL</span><span style="color: #66cc66;">,</span>
  <span style="color: #993333; font-weight: bold;">KEY</span> <span style="color: #ff0000;">`catid`</span> <span style="color: #66cc66;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">`catid`</span><span style="color: #66cc66;">&#41;</span><span style="color: #66cc66;">,</span>
  <span style="color: #993333; font-weight: bold;">KEY</span> <span style="color: #ff0000;">`feed_id`</span> <span style="color: #66cc66;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">`feed_id`</span><span style="color: #66cc66;">&#41;</span>
<span style="color: #66cc66;">&#41;</span> ENGINE<span style="color: #66cc66;">=</span>MyISAM;</pre></div></div>

<p>Langkah terakhir adalah menggunakan CodeIgniter atau yang lain untuk menampilkan feed item dari database. Anda bisa memasang cronjobs untuk mengupdate feed on feeds anda secara otomatis. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/09/07/menggabungkan-feed-on-feed-dengan-codeigniter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marhaban ya Ramadhan</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/09/02/marhaban-ya-ramadhan.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/09/02/marhaban-ya-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 11:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya ketemu lagi, setelah tidak bertemu selama 11 bulan akhirnya saya bisa berjumpa lagi dengan bulan yang paling dinanti, bulan ramadhan. Bisa bertemu kembali dengan bulan ramadhan merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi umat islam termasuk saya tentunya karena di bulan ini pahala begitu berlimpah, pengampunan diberikan dan banyak kesitimewaan yang lainnya. Bulan yang identik dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/09/selamatberpuasa.gif" alt="selamat berpuasa" title="selamat berpuasa" width="500" height="100" class="alignnone size-full wp-image-55" style="margin-top:10px !important;" /></p>
<p>Akhirnya ketemu lagi, setelah tidak bertemu selama 11 bulan akhirnya saya bisa berjumpa lagi dengan bulan yang paling dinanti, bulan ramadhan. Bisa bertemu kembali dengan bulan ramadhan merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi umat islam termasuk saya tentunya karena di bulan ini pahala begitu berlimpah, pengampunan diberikan dan banyak kesitimewaan yang lainnya.</p>
<p>Bulan yang identik dengan berpuasa ini memberikan banyak manfaat bagi kita baik secara lahiriyah maupun jasmaniyah. Secara lahiriyah puasa bermanfaat dalam hal melatih kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri. Secara jasmaniah puasa sangat bermanfaat dalam mengendalikan berbagai penyakit dan dapat menjadikan tubuh kita semakin sehat. </p>
<p>Dengan berbagai manfaat yang dapat diraih dalam bulan ramadhan ini, marilah kita bersenang hati dalam menyambutnya dan mengisinya dengan berbagai ibadah yang dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita. Marhaban Ya Ramadhan dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, semoga puasa dan ibadah kita di bulan ramadhan ini diterima oleh Allah SWT, Amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/09/02/marhaban-ya-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Software untuk Toko Online Anda</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/08/14/memilih-software-untuk-toko-online-anda.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/08/14/memilih-software-untuk-toko-online-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 15:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[memilih toko online]]></category>
		<category><![CDATA[online store]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Jualan online merupakan satu alternatif dalam berbisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan jika kita berjualan secara online antara lain pangsa pasar kita jauh lebih besar, tidak hanya satu daerah aja tetapi bisa seluruh dunia karena internet bisa diakses dari mana saja. Keuntungan lainnya adalah toko kita buka 24 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jualan online merupakan satu alternatif dalam berbisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan jika kita berjualan secara online antara lain pangsa pasar kita jauh lebih besar, tidak hanya satu daerah aja tetapi bisa seluruh dunia karena internet bisa diakses dari mana saja. Keuntungan lainnya adalah toko kita buka 24 jam nonstop, kita sedang tidurpun toko online kita tetap buka dan melayani calon pelanggan Anda dengan baik. Dari sisi modal membuka toko online juga lebih kecil dibandingkan jika kita membuka toko offline.</p>
<p>Yang diperlukan dalam membangun toko online antara lain adalah software (mesin) untuk toko online, nama domain, hosting dan tentu saja produk yang akan Anda jual. Software untuk toko online sendiri begitu banyak macamnya dari yang gratis sampai yang berbayar, dari yang instant (tidak perlu menunggu lama untuk menggunakannya) sampai yang tidak instant (anda harus menunggu untuk dibuatkan toko online oleh web developer). Banyaknya software untuk toko online mengharuskan kita jeli dalam memilih mana yang akan digunakan untuk toko online kita. Mana yang lebih baik? Yang gratis atau yang berbayar? Jawabannya sebenarnya tergantung dari diri kita masing-masing. Jika Anda menguasai atau setidaknya tahu tentang pemrograman web tentu software toko online gratis bisa dijadikan pilihan. Sehingga jika suatu saat ada error Anda dapat memperbaikinya. Tetapi jika Anda tidak menguasai pemrograman web maka software berbayar bisa menjadi pilihan sehingga Anda tidak perlu repot-repot jika ada error pada saat pengoperasian software toko online tersebut. </p>
<p>Software toko online yang gratis antara lain <a href="http://www.oscommerce.com/" target="_blank">osCommerce</a>, <a href="http://www.zen-cart.com/" target="_blank">Zen-Cart</a> dan <a href="http://www.magentocommerce.com/">Magento</a>. Atau jika Anda sudah terbiasa dengan wordpress, Anda juga bisa menggunakan wordpress ditambah dengan plugin <a href="http://www.instinct.co.nz/e-commerce/" target="_blank">WP e-Commerce</a> untuk software toko online Anda. Masing-masing software mempunyai tingkat kerumitan sendiri-sendiri. Jika Anda bingung untuk menggunakannya Anda bisa mengunjungi forum yang biasanya disediakan oleh masing-masing pengembang software tersebut.</p>
<p>Jika Anda memilih untuk menggunakan software toko online yang berbayar Anda bisa memilih <a href="http://www.indowebmaker.com/product/read/indoshop-website-instant-toko-online.jsp" target="_blank" title="website instant toko online">IndoShop</a> yang dikembangkan oleh <a href="http://www.indowebmaker.com" target="_blank" title="web desain murah">indowebmaker.com</a> sebagai <a href="http://www.indowebmaker.com/product/read/indoshop-website-instant-toko-online.jsp" target="_blank" title="software toko online">software toko online</a> Anda. IndoShop sendiri ditawarkan dengan harga Rp 999.000,- dan Anda akan mendapatkan free domain dan hosting selama 1 tahun, 2 buah template, Anda tidak perlu memberikan credit berupa link ke indowebmaker, garansi error selama 1 tahun, free installasi dan lain-lain. Berbeda dengan software gratis, dimana Anda harus menginstall sendiri toko online Anda, dengan menggunakan IndoShop Anda tidak perlu lagi menginstall sendiri karena installasi akan dilakukan oleh indowebmaker dan Anda tinggal menggunakan software tersebut.</p>
<p>Dengan membeli IndoShop, Anda akan lebih menghemat waktu dan terbebas dari kerumitan installasi dan setup software toko online gratis. Jika Anda memesan IndoShop sebelum tanggal 1 Oktober 2008, Anda hanya perlu membayar Rp 799.000,- bukan <span style="text-decoration:line-through;">Rp 999.000,-</span>. Silahkan <a href="http://www.indowebmaker.com/order/index/indoshop-website-instant-toko-online.jsp" target="_blank" rel="nofollow">klik di sini</a> jika ingin memesan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/08/14/memilih-software-untuk-toko-online-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Best WordPress Theme Gallery</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/08/05/best-wordpress-theme-gallery.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/08/05/best-wordpress-theme-gallery.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 14:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[free wordpress theme]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Anda pecinta wordpress? Tentu tidak mau melewatkan website yang satu ini Best WordPress Theme Gallery. Situs yang menampilkan theme wordpress terbaik yang dipilih dari berbagai designer theme wordpress.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center !important;"><a href="http://www.bestwptheme.com"><img src='http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/08/bestwptheme.jpg' alt='Best WordPress Theme Gallery' /></a></p>
<p>Anda pecinta wordpress? Tentu tidak mau melewatkan website yang satu ini <a href="http://www.bestwptheme.com/" target="_blank">Best WordPress Theme Gallery</a>. Situs yang menampilkan theme wordpress terbaik yang dipilih dari berbagai designer theme wordpress.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/08/05/best-wordpress-theme-gallery.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara pindahan hosting tanpa SSH</title>
		<link>http://www.almuth.web.id/2008/07/24/cara-pindahan-hosting-tanpa-ssh.html</link>
		<comments>http://www.almuth.web.id/2008/07/24/cara-pindahan-hosting-tanpa-ssh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 15:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almuth</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[cara pindah hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almuth.web.id/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pindahan hosting kadang menjadi pilihan yang harus kita lakukan jika hosting lama kita ternyata kurang mampu menampung banyak web alias sering down. Pindahan hosting memang merepotkan apalagi jika koneksi internet kita kaya keong (lelet). Tapi mau gimana lagi daripada website terus-terusan down dan penghasilan kita berkurang, pindahan merupakan pilihan yang mau tidak mau harus kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pindahan hosting kadang menjadi pilihan yang harus kita lakukan jika hosting lama kita ternyata kurang mampu menampung banyak web alias sering down. Pindahan hosting memang merepotkan apalagi jika koneksi internet kita kaya keong (lelet). Tapi mau gimana lagi daripada website terus-terusan down dan penghasilan kita berkurang, pindahan merupakan pilihan yang mau tidak mau harus kita lakukan. Trus bagaimana dong cara mindahinnya?</p>
<p>Bagi yang hosting lama maupun baru Anda support SSH, anda bisa baca cara pindahannya di <a href="http://www.cosaaranda.com/cara-cepat-memindahkan-hosting-dengan-access-ssh.htm" target="_blank">sini</a>, tapi bagi yang hostingnya tidak support SSH, berikut adalah cara yang biasanya saya lakukan untuk proses pindahan tersebut. Cara berikut berjalan lancar pada hostiing dengan control panel cPanel, kalo untuk yang lain saya belum pernah coba <img src='http://www.almuth.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Cara ini juga membutuhkan hosting yang support cronjobs.</p>
<p>Pertama yang harus Anda lakukan adalah login ke control panel hosting yang lama. Kemudian masuk ke file manager (jika website Anda menggunakan .htaccess jangan lupa centang opsi show hidden file supaya file .htaccess-nya bisa terlihat). Kemudian Anda masuk ke folder public_html atau www dan select file dan folder yang akan Anda pindahkan kemudian pilih menu compress dan pilih compression type, bisa .zip, .tar, tar.gz atau tar.bz2 (kalau saya pilih yang .tar.gz, kenapa? karena saya lebih sering pake itu dari pada yang lain <img src='http://www.almuth.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) dan berikan nama untuk file hasil compress tersebut, misalnya backup.tar.gz.<span id="more-32"></span></p>
<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/07/compress.png" alt="compress file pada cpanel" title="compress file pada cpanel" width="400" height="362" class="size-full wp-image-33" /></p>
<p>Langkah kedua, silahkan login ke control panel hosting Anda yang baru. Anda bisa login ke control panel yang baru menggunakan IP server yang baru, misalnya xxx.xxx.xxx.xxx:2082 atau xxx.xxx.xxx.xxx/cpanel/. Setelah masuk pilih menu cronjobs dan pilih Advance (Unix Style). Pada kolom minute masukan */5 dan kolom yang lainnya masukan *, pada kolom command masukan perintah wget http://domainanda.tld/backup.tar.gz (sesuaikan dengan nama domain dan nama file compress-an yang Anda buat di langkah pertama). Jika Anda sedang login YM silahkan masukan email Anda ke kolom email address sehingga jika cron sudah dijalankan Anda akan mendapatkan notifikasi lewat email. Kemudian simpan cron tersebut dengan menekan tombol Commit Changes. Perintah cron tersebut akan dijalankan setiap 5 menit, so Anda tinggal nunggu 5 menit sampai cron tersebut jalan. Perintah wget akan mendownload file backup.tar.gz dari hosting yang lama ke hosting yang baru. Sambil menunggu cronnya jalan Anda bisa melakukan langkah berikutnya. </p>
<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/07/cronjobs.png" alt="setting cronjobs" title="setting cronjobs" width="500" height="129" class="size-full wp-image-34" /></p>
<p>Setelah lima menit atau lebih silahkan cek file-nya apakah sudah ke-download apa belum? Caranya Anda bisa pilih file manager di hosting yang baru. Kemudian lihat pada home directory (/home/namauser/) apakah filenya sudah ada apa belum (karena perintah wget akan mendownload file pada user directory). Jika sudah ada, kemudian select file tersebut kemudian di extract, pada isian folder, masukkan /public_html, tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai maka file-file website Anda sudah berpindah ke hosting yang baru. Jangan lupa delete cronjobs yang anda buat tadi supaya tidak melakukan download berulang-ulang.</p>
<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/07/extract.png" alt="extract cpanel" title="extract cpanel" width="500" height="197" class="size-full wp-image-35" /></p>
<p>Langkah ketiga adalah memindahkan database. Pada cPanel hosting yang lama pilih menu backup, lalu backup database. Untuk backup database, Anda tinggal klik pada nama database yang akan Anda backup. Untuk mindahin database tidak bisa seperti cara mindah file, Anda harus mendownload database ke komputer Anda. Sambil menunggu download database selesai, buatlah database pada hosting yang baru. Buatlah database dengan nama yang sama dengan nama database pada hosting yang lama. Misalkan pada hosting yang lama nama database namauser_namadatabse maka pada hosting yang baru buatlah database dengan nama namadatabase. Setelah selesai membuat database, kemudian masuk ke menu backup pada hosting yang baru, lalu restrore database yang Anda backup dari hosting yang lama (proses ini biasanya lama apalagi jika ukuran database Anda besar).</p>
<p style="text-align:center"><img src="http://www.almuth.web.id/wp-content/uploads/2008/07/restoredatabase.png" alt="restore database" title="restore database" width="376" height="77" class="size-full wp-image-37" /></p>
<p>Langkah keempat, edit file configurasi database Anda sesuai dengan user, password dan nama database yang baru.</p>
<p>Jika keempat langkah sudah tersebut sudah selesai Anda lakukan, Anda tinggal mengarahkan name server domain Anda ke name server yang baru. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dengan benar maka setelah resolve, website Anda akan berjalan seperti biasa.</p>
<p>Selamat mencoba!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almuth.web.id/2008/07/24/cara-pindahan-hosting-tanpa-ssh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
