Pindahan hosting kadang menjadi pilihan yang harus kita lakukan jika hosting lama kita ternyata kurang mampu menampung banyak web alias sering down. Pindahan hosting memang merepotkan apalagi jika koneksi internet kita kaya keong (lelet). Tapi mau gimana lagi daripada website terus-terusan down dan penghasilan kita berkurang, pindahan merupakan pilihan yang mau tidak mau harus kita lakukan. Trus bagaimana dong cara mindahinnya?
Bagi yang hosting lama maupun baru Anda support SSH, anda bisa baca cara pindahannya di sini, tapi bagi yang hostingnya tidak support SSH, berikut adalah cara yang biasanya saya lakukan untuk proses pindahan tersebut. Cara berikut berjalan lancar pada hostiing dengan control panel cPanel, kalo untuk yang lain saya belum pernah coba
. Cara ini juga membutuhkan hosting yang support cronjobs.
Pertama yang harus Anda lakukan adalah login ke control panel hosting yang lama. Kemudian masuk ke file manager (jika website Anda menggunakan .htaccess jangan lupa centang opsi show hidden file supaya file .htaccess-nya bisa terlihat). Kemudian Anda masuk ke folder public_html atau www dan select file dan folder yang akan Anda pindahkan kemudian pilih menu compress dan pilih compression type, bisa .zip, .tar, tar.gz atau tar.bz2 (kalau saya pilih yang .tar.gz, kenapa? karena saya lebih sering pake itu dari pada yang lain
) dan berikan nama untuk file hasil compress tersebut, misalnya backup.tar.gz.

Langkah kedua, silahkan login ke control panel hosting Anda yang baru. Anda bisa login ke control panel yang baru menggunakan IP server yang baru, misalnya xxx.xxx.xxx.xxx:2082 atau xxx.xxx.xxx.xxx/cpanel/. Setelah masuk pilih menu cronjobs dan pilih Advance (Unix Style). Pada kolom minute masukan */5 dan kolom yang lainnya masukan *, pada kolom command masukan perintah wget http://domainanda.tld/backup.tar.gz (sesuaikan dengan nama domain dan nama file compress-an yang Anda buat di langkah pertama). Jika Anda sedang login YM silahkan masukan email Anda ke kolom email address sehingga jika cron sudah dijalankan Anda akan mendapatkan notifikasi lewat email. Kemudian simpan cron tersebut dengan menekan tombol Commit Changes. Perintah cron tersebut akan dijalankan setiap 5 menit, so Anda tinggal nunggu 5 menit sampai cron tersebut jalan. Perintah wget akan mendownload file backup.tar.gz dari hosting yang lama ke hosting yang baru. Sambil menunggu cronnya jalan Anda bisa melakukan langkah berikutnya.

Setelah lima menit atau lebih silahkan cek file-nya apakah sudah ke-download apa belum? Caranya Anda bisa pilih file manager di hosting yang baru. Kemudian lihat pada home directory (/home/namauser/) apakah filenya sudah ada apa belum (karena perintah wget akan mendownload file pada user directory). Jika sudah ada, kemudian select file tersebut kemudian di extract, pada isian folder, masukkan /public_html, tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai maka file-file website Anda sudah berpindah ke hosting yang baru. Jangan lupa delete cronjobs yang anda buat tadi supaya tidak melakukan download berulang-ulang.

Langkah ketiga adalah memindahkan database. Pada cPanel hosting yang lama pilih menu backup, lalu backup database. Untuk backup database, Anda tinggal klik pada nama database yang akan Anda backup. Untuk mindahin database tidak bisa seperti cara mindah file, Anda harus mendownload database ke komputer Anda. Sambil menunggu download database selesai, buatlah database pada hosting yang baru. Buatlah database dengan nama yang sama dengan nama database pada hosting yang lama. Misalkan pada hosting yang lama nama database namauser_namadatabse maka pada hosting yang baru buatlah database dengan nama namadatabase. Setelah selesai membuat database, kemudian masuk ke menu backup pada hosting yang baru, lalu restrore database yang Anda backup dari hosting yang lama (proses ini biasanya lama apalagi jika ukuran database Anda besar).

Langkah keempat, edit file configurasi database Anda sesuai dengan user, password dan nama database yang baru.
Jika keempat langkah sudah tersebut sudah selesai Anda lakukan, Anda tinggal mengarahkan name server domain Anda ke name server yang baru. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dengan benar maka setelah resolve, website Anda akan berjalan seperti biasa.
Selamat mencoba!!
2 Comments to “Cara pindahan hosting tanpa SSH”
Post comment
Tulisan Terakhir
- Reseller Club htppapi ERROR An unexpected error has occurred
- Cara Cepat Menjadi CEO
- Taqobalallahu mina wa minkum
- Install Nginx menggunakan Nginxcp
- Error Install PHP Mongo Extension
Arsip
- Mei 2012
- September 2011
- Juni 2011
- Mei 2011
- Maret 2011
- Agustus 2010
- Mei 2010
- Januari 2010
- Februari 2009
- Desember 2008
- September 2008
- Agustus 2008
- Juli 2008
- Juni 2008
- April 2008
- Maret 2008
- Februari 2008
- Januari 2008
Blogroll
- Batik Murah
- Buat Blog
- Cara Buat Blog
- Cara Membuat Blog
- Endoet
- Hosting Murah Indonesia
- Iklan Baris Gratis
- Iklan Gratis
- Iklan Gratis
- Membuat Blog
- Pusat Promosi
- Website Murah
Komentar Terakhir
- kocu pada Submit form sederhana dengan ajax menggunakan mootools
- nanang pada Plugin-plugin JQuery Yang Layak Dicoba
- elyosfimuchlis pada Plugin-plugin JQuery Yang Layak Dicoba
- mruteck pada Plugin-plugin JQuery Yang Layak Dicoba
- joinonptc pada Plugin-plugin JQuery Yang Layak Dicoba



Tendi Rahmat says:
Mas. Untuk mengarahkan name server domain ke name server yang baru, biasanya butuh berapa lama waktunya.
almuth says:
Gak mesti mas, kadang kurang dari 24 jam, kadang juga bisa lebih dari 24 jam karena biasanya nge-cache di ISPnya.